"kebanyakan manusia hanya menggunakan 20% dari kemampuan otaknya"


Premis itulah yang jadiawal dari segala awal dari film ini. Berkisah tentang Edward "Eddie" Morra (Bradley Cooper), penulis gagal yang berada di ambang kehancuran. Pertemuannya dengan Vernon Gant (Johnny Whitworth) adik dari mantan istrinya menjadi secercah harapan baru buat hidupnya. Vernon memberikan sebuah pil ilegal bernama NZT-48 yang mampu mengoptimaklan kemampuan otak pemakainya menjadi 100%. Awalnya Eddie yang tak percaya kemudian meminumnya, efeknya lnagsung bekerja dimana Eddie mampu menyelesaikan bukunya dalam sekejap & karyanya diterima dengan baik oleh editornya.

Tergiur dengan itu Eddie kemudian mencari Vernon untuk meminta lagi pil itu, tapi Vernon yang ditemuinya mendadak dibunuh oleh orang tak dikenal. Usut punya usut ternyata itu ada kaitannya dengan pil itu. Eddie yang berhasil menemukan stok obat itu kemudian bisa menata hidup dengan sempurna. Dia yang awalnya hanya menulis buku kemudian ingin mencari cara mendapatkan uang dengan cara yang lebih singkat dengan terjun di Wall Street, dunia bursa saham.


Hari2 Eddie yang cemerlang pun berlanjut, tapi masalah datang karena Eddie mulai ketagian obat itu. Orang misterius pun mulai mengejarnya karena obat itu. Masalah lain melibatkan Eddie dengan mafia makelar yang sempat meminjamkan uang kepada Eddie.

Kehidupan seperti apa yang terjdi pada Eddie berikutnya?

Film yang disutradarai Neil Burger ini diangkat dari novel "The Dark Fields" karya Alan Glynn yang terbit tahun 2001 lalu. Ide filmnya sangat menarik disertai beberapa scnene tak biasa dari Neil Burger saat menggambarkan visualisi presprektif Eddie yang sedang dalam pengaruh obat itu. Pemilihan Bradley Cooper sebagai cast utama sangat pas, bahkan beberapa adegan memngingatkan saya akan film Bradley Cooper sebelumnya, seperti "Hangover" (saat Eddie bangun tanpa mengingat kejadian apa yang telah dilaluinya karena efek obat itu) & "The A-Team" (kecerdasan Eddie saat menggunakan obat itu sedikit mirip dengan karakter Templeton Peck yang dia perankan di film "The A-Team").

Yang sedikit saya sayangkan adalah karakter Carl Van Loon yang diperankan Robert DeNiro. Meski jadi tokoh yang nantinya vital di film ini, tapi pengembangan karakternya kurang memberikan ruang gerak buat Robert DeNiro mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Selebihnya film ini cukup menarik dengan tema yang unik.




Share
0 Responses

Posting Komentar